Pemerintah Indonesia menargetkan penempatan antara 300.000 hingga 500.000 tenaga kerja terampil ke luar negeri sepanjang tahun 2026. Program ini akan dilakukan secara bertahap mulai April hingga akhir tahun dengan berbagai negara tujuan, termasuk Jepang.
Penempatan tenaga kerja ini difokuskan pada sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan khusus seperti manufaktur, kesehatan, dan hospitality. Pemerintah juga menekankan pentingnya pendidikan minimal serta pelatihan vokasi untuk memastikan kualitas tenaga kerja yang dikirim.
Program ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing sumber daya manusia sekaligus memanfaatkan peluang kerja global yang terus berkembang. Selain itu, kontribusi remitansi dari pekerja migran juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perekonomian nasional.
Melalui program ini, pemerintah berharap tenaga kerja Indonesia dapat bersaing di pasar global serta memperoleh pengalaman kerja yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan nasional.
Sumber: ANTARA News, Indonesia (24 Februari 2026)